*First Post* *Tugas Bahasa Indonesia nih dari Pak Kece B-) buat Cerpen* *Happy Reading Guys*
Ke?ra?ta?ks
Aku berlari menuju kelas yang terletak di
ujung belakang. Rasanya masih terlalu pagi. Ya tapi peraturan baru harus di
taati. Masih terasa embun yang mengenai tangan ku. Wangi pagi yang sejuk seakan
menari-nari menerobos masuk untuk di hirup hidung ini. Mereka sudah ramai di
kelas, mereka? Ya tentu saja teman-teman ku. Ahh rasanya aku mulai muak dengan
kelas ini. Sangat tidak sekompak dulu. Keakraban tidak dijaga.
“Pagi Ellen , Bintang kirim salam tuh” kata Nicha
sambil tertawa.
Bintang? Rasanya ingin ku hapus saja nama itu dari ingatan ku.
“Gak lucu” celoteh ku
Malam itu aku terima sms dari Bintang, tak biasanya dia menghubungiku.
Langsung ku telfon Kakak kelas yang ku kagumi secara diam-diam itu.
“Ya Bintang? Aku belum tidur kok, ada apa?” Jawab ku malu-malu. Aku sungguh
bahagia bisa bicara dengan ketua Osis di sekolah ku ini.
“Aku ganggu?”
“Enggak kok kak, emang kenapa?” Jawab ku
“Gak bisa tidur ni el, temenin ya, eh tapi perempuan gak baik loh tidur terlalu
malam” suaranya begitu lembut, ah rasanya seperti melukis pelangi, sangat bahagia.
“Iya aku temenin kak , tenang aja” jawab ku
Ku dengar suara aneh di seberang telfon, seperti suara Nicha dan teman-teman
sedang tertawa.
“kak, apa kamu sedang bersama Nicha?” Tanya ku heran
“Ha? Enggak kok El” jawab Kak Bintang
Aku mulai tidak tenang, seperti nya aku sedang dikerjai oleh Nicha dan yang
lain.
“El, Kamu punya rasa aku ya?” Aku sangat terkejut
“Rasa? Rasa apa ya” jawab ku dengan grogi
“Ya rasa, sayang mungkin” kata Bintang dengan serius
Aku bingung, apa ini bagian dari bercandaan nya Bintang, atau
bersungguh-sungguh. Tapi aku tak mau melewatkan kesempatan ini, mungkin saja
lelaki yang ku cintai ini bisa jadi pacar ku. Tuuut tuuut. Tiba-tiba saja
telefon terputus sebelum aku sempat menjawab.
“Aarrgghh” gumamku kesal. Tentu lah ini pasti kerjaan Nicha.
—
“Baru juga dapat salam, udah di lamunin terus” kata Nicha sambil tertawa
“Awass kamu cha” dengan ancang-ancang memukul Nicha. Sial guru kami telah
berada di depan pintu.
Masuk pelajaran selanjutnya, Pelajaran ini terlalu membosankan! Berharap bel
istirahat cepat berbunyi. Berharap bertemu Bintang juga unuk menanyakan
kejadian kemaren Malam. Dan Taraaaa !! Di kantin kita ber contac mata satu sama
lain, mungkin karena grogi jadi lupa semua yang ingin ku bicarakan.
Malam nya, aku menerima Sms dari Bintang. Sms nya hanya berisi bahwa seluruh
Pengurus osis diwajibkan hadir besok, padahal kan besok hari minggu. Dan aku
tak bisa hadir. Ku balas sms itu
“Gak bisa kak, mau pergi sama orang tua” ku ketik sms dan mengirimkan nya ke
bintang
“Oh” hanya jawaban singkat itu yang ku dapat.
“Kamu tidak marah?” Balas ku dengan hati-hati.
“Tidak” jawaban yang ku terima dengan cepat.
“Baiklah” balas ku lagi
“Ada yg ingin ku tanyakan El, apa kamu benar suka padaku? Seperti kata teman-teman
di Sekolah?” Sms itu masuk tepat pukul 21.00
“Apa? Aku suka? Sepertinya ejekan itu ada karena kamu yang mendekati aku duluan
deh. Tapi jujur aku memang mulai menyukaimu” sedikit gengsi ku kirim sms ini.
“Itu kan dulu, mungkin sekarang semua nya sudah berbeda, soal telefonan kemarin,
aku hanya bercanda, orang nicha yang menyuruhku untuk menghubungi mu. Aku minta
maaf. Aku tidak ada rasa dengan mu, lebih baik kamu menjauhi ku. Daripada kamu
malu kita terus-terusan diejekin”
“Ya” hanya dua huruf itu yang bisa ku ketik. Aku sungguh kecewa dengan sikap Bintang.
Mungkin itu adalah cara terbaik untuk memberitahuku. Tapi menurut ku,
kata-katanya kurang menghargai perasaan ku.
Semenjak malam itu semuanya menjadi dingin, sikap ku terhadap bintang, dan
sebaliknya. Begitu juga dengan pagi ini, pagi yang dingin. Aku datang begitu
cepat, hanya aku sendiri yang baru hadir di kelas ini. Ku lihat dari kejauhan,
Bintang mulai mendekati kelasnya.
“Ahh itu dia, rasanya malas sekali berjumpa dengan nya di pagi ini, walaupun
kenyataan nya, kami berjumpa terus sepanjang hari” gumamku dalam hati.
bintang mulai memasuki pintu kelas dan keluar kelas lagi.
“Morning Ellen” katanya dengan senyum menawannya, dan alis tebal yang sedikit
dinaikkan menyapa aku yang sudah di luar kelasku .
Tak tahu aku apa yang terjadi, yang pasti, setelah 2 tahun kita satu sekolah
dan akrab hanya melalui handphone, baru sekali ini ia menyapa ku dengan hangat.
Mungkin dia sedang bahagia bisa menjauh dari ku, atau dia jadian sama orang
lain? But, Who care?? Aku hanya mengganggap semua kajadian ini angin lewat
belaka Hati aku udah terlanjur Kratak :'D
Lagi Pula “I’m Still Alive Without You”
Nb : (Nama Samaran)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar